Senin, 10 Januari 2011

SAP (System Application and Product in Data Processing)

Pengertian SAP
SAP adalah suatu nama mungkin sudah tidak asing lagi untuk praktisi-praktisi IT dunia, maupun di Indonesia. SAP ini adalah singkatan dari "System Analysis and Program Development ( in German : Systemanalyse und Proggrammentwicklung ) yang ditemukan oleh Wellenreuther, Hopp, Hector, Plattner, dan Tschira pada tahun 1972. Yang kemudian berganti menjadi "Systems Application and Products in Data Processing" pada tahun 1977. "SAP"yang dikenal pada saat ini adalah sistem R/3-nya yang sudah teruji oleh perusahaan-perusahaan dunia dalam menjalankan bisnisnya, yang lebih dikenal dengan SAP R/3. Sebelum sampai ke generasi R/3, SAP sudah melewati tahap R/1 dan R/2. Selain sistem R/3 yang terkenal banyak juga solusi-solusi bisnis lainnya antara lain SAP BI (Business Intelligence) yang digunakan untuk Data Warehousing, SEM (Strategic Enterprise Management), SCM (Supply Chain Management), CRM dan masih banyak solusi-solusi bisnis lain yang ditawarkan oleh SAP untuk berbagai jenis bidang usaha di dunia. 

SAP (System Application and Product in data processing ) adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. 
 
SAP adalah merupakan salah satu software ERP (Enterprise Structure) terkemuka dunia yang sekarang ini sedang banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Asia.  Di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar dan menengah yang sudah berhasil mengimplementasikan SAP untuk mendukung proses bisnisnya. Memang harga untuk mendapatkan suatu ERP dunia juga harus dibayar mahal baik dari segi licensenya, konsultan IT, dan juga SDM yang masih langka.


ERP (Enterprise Resource Planning) Benefits
Keuntungan-keuntungan dengan menggunakan ERP antara lain :
  • Menghilangkan input data duplikasi
  • Menaikkan ROI pada implementasi IT 
  • Menyediakan informasi yang berkualitas untuk pengambilan keputusan perusahaan 
  • Cepat dan efisien 
  • Memberi kepuasan kepada partner dan pelanggan 
  • Mengurangi akan kebutuhn manpower
Perusahaan-perusahaan Indonesia yang sudah menggunakan SAP (Runs SAP) sebagai solusi bisnisnya antara lain : Smart, Asia Pulp and Paper, Astra International, Excelcomindo, Indofood, Pertamina, Bentoel Prima, dan masih banyak perusahaan-perusahaan lainnya untuk disebutkan satu-persatu.

SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya. (kutip dari masbukin-sap ilmu-komputer.com) kali ini aku buat tulisan tentang ini, di karenakan akhir akhir ini aku sering berinteraksi dengan makhluk yang namanya SAP. 

Lebih tepatnya ABAP, ABAP adalah bahasa pemrograman yang di gunakan untuk membuat program program di SAP. Kalo di lihat lihat bahasa ABAP mirip mirip dengan bahasa PL/SQL di oracle. yang menarik dari SAP menurutku, dengan adanya RFC, SAP bisa terkoneksi dengan berbagai bahasa pemrograman yang lain, misalnya php, vb, dan lain lain. JIka orang yang sudah terbiasa dengan bahasa query, tidak sulit bagi nya untuk mempelajari ABAP. 

Dampak Integrasi

Dengan mengimplementasikan SAP di suatu organisasi akan mengintegrasikan sistem yang berakibat: 
  • Perubahan yang dilakukan pada satu modul secara otomatis akan mengupdate modul yang lainnya bila informasi yang dirubah berkaitan dengan modul tersebut. Data akan terupdate secara langsung begitu user menginput data ke dalam sistem. Hal ini yang dikenal dengan istilah “real-time processing 
  • Integrasi secara sistem bisa terjadi dengan syarat bahwa seluruh perusahaan harus menggunakan satu sumber data yang sama, baik untuk data customer, data product maupun data vendor. 
  • Transparasi data - Semua user yang mempunyai akses ke sistem akan dapat melihat semua informasi yang paling up-to-date setiap saat diperlukan walaupun informasi tersebut di-input oleh user lainpun.


Parameter Integrasi
  • Suatu karakteristik utama yang menandakan suksesnya integrasi informasi dalam suatu perusahaan adalah bahwa segala informasi hanya perlu di input satu kali saja pada sistem. 
  • Sistem SAP memungkinkan hal ini terjadi dengan mentransfer/mengcopy informasi yang sudah di-input pada satu dokumen ke dokumen lainnya sehingga mengurangi pekerjaan input data dan sekaligus mengupdate semua dokumen yang berkaitan dengan rangkaian proses tertentu.
Data di SAP

Tipe data yang terdapat dalam sistem SAP:
1. Data Transaksi
  • Data yang digunakan untuk melakukan transaksi di SAP, contoh: membuat purchase order
  • Setiap transaksi akan tersimpan di dalam satu dokumen tertentu

2. Master Data
  • Data utama yang harus dibuat dengan benar supaya transaksi bisa dilakukan, contoh: material master, vendor master, customer master  
  • Master data tersimpan secara terpusat dan digunakan oleh seluruh modul aplikasi dalam sistem SAP

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar